About Kokerma Semarang

Visi

Dalam bimbingan Roh Kudus, Gereja Kampus yang hidup menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah kampusnya yang dinamis, mandiri, dan berkembang dalam persaudaraan sejati atas dasar cinta kasih Kristus, sehingga menjadi “garam” dan “terang” bagi teman-teman mahasiswa serta masyarakat

“Gereja Kampus Makin Hidup”

logokokerma-croped

Misi

  • Meningkatkan kualitas kehidupan rohani dengan terus menerus belajar iman Katolik sehingga makin mantap dalam mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah kampus sehingga Gereja Kampus menjadi hidup (belajar dan mengajar).
  • Meningkatkan keterlibatan aktif teman-teman mahasiswa dengan terus menerus menyapa kawan-kawan mahasiswa karena mereka lah teman seperjalanan dalam pejiarahan menuju Tuhan (menyapa).
  • Meningkatkan kesadaran teman-teman mahasiswa akan pentingnya data teman-teman mahasiswa dalam pendampingan dan mengembangkan karya kerasulan mahasiswa (mendata).

 

Spiritualitas
KaryaKerasulanMahasiswa

 

Spiritualitas berkaitan dengan kata spirit atau roh, yakni sesuatu yang menggerakkan seseorang dalam melaksanakan sebuah tugas, tanggungjawab atau fungsi tertentu dalam kehidupan bersama.
Pelindung Karya Kerasulan Mahasiswa Semarang adalah Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara, S.J., guru besar filsafat di Universitas Indonesia dan IKIP Sanata Dharma (wafat awal 1967). Maka Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara hendaknya memberi dan menjadi sumber inspirasi atau spiritualitas bagi seluruh reksa pasoral Gereja Kampus, tanpa meninggalkan beberapa unit kemahasiswaan yang sudah memiliki nama Santo maupun Santa sebagai pelindungnya.
Berikut ini gagasan yang bisa dikembangkan dari spiritualitas Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara yang berbicara tentang Pendidikan, Manusia, dan hidup berbangsa. Adapun beberapa hal yang bisa menjadi inspirasi bagi kita adalah :

Ajaran Driyarkara

Ajaran pokok Driyarkara yaitu “manusia adalah kawan bagi sesama”.
Manusia adalah rekan atau teman bagi sesamanya di dunia sosialitas ini (homo homini socius). Pikiran homo homini socius ini ditaruh untuk mengkritik, mengoreksi, dan memperbaiki sosialitas preman; sosialitas yang saling menerkam, memangsa, dan saling membenci dalam homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi sesamanya). Sebagaimana sabda Yesus kepada para murid-Nya,”kamu adalah sahabatKu…..” kita ditantang untuk makin berani menjadikan sesama itu sebagai sahabat dalam usaha mencapai Tuhan.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa Gereja Kampus yang akan dihidupi dan dihadirkan di tengah-tengah kampus adalah Gereja Kampus yang mampu menjadi sahabat atau teman seperjalanan bagi sesama dalam pejiarahan menuju Tuhan.

driyakara

Spiritualitas Penggembalaan dan Pelayanan di Gereja Kampus

  • Roh “Communio” atau semangat persekutuan paguyuban-paguyuban inilah yang perlu dihidupi oleh Gereja Kampus (GerPus) bersama dengan para pengurusnya, diharapkan menjadi pionir dalam mengembangkan dan menghidupi semangat persekutuan/communio ini melalui peran, tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan komunitas (GerPus) kepada mereka.
  • Semangat ber”Koinonia” yaitu semangat yang berdasarkan iman dan cinta kasih serta kesediaan untuk saling mengembangkan pribadi satu sama lain dalam persekutuan (paguyuban) untuk menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah kampus.
  • Semangat “Liturgia.” Semangat untuk mencapai kepenuhan hidup Katolik dalam dan melalui sakramen-sakramen dan hidup doa. melalui sakramen-sakramen dan hidup doa, para Rasul mahasiswa bertemu dan berdialog dengan Allah. Dengannya mereka dikuduskan dan mengkuduskan jemaat gerejawi serta dunia.
  • Semangat “Kerygma”. Gereja Kampus ikut ambil bagian dalam mewartakan Kabar Gembira (Injil). Tugas itu dilaksanakan terutama dengan mendengarkan, menghayati, melaksanakan, dan mewartakan Sabda Allah. Dengan demikian, para Rasul mahasiswa hari demi hari semakin berkembang sebagai persekutuan yang hidup dan dikuduskan oleh Sabda.
  • Semangat “Diakonia”. Paguyuban para rasul mahasiswa merupakan persekutuan cinta kasih, maka mereka dipanggil untuk mengamalkan cinta kasih itu melalui pelayanan kepada sesama, terutama bagi teman-teman yang papa. Rasul mahasiswa diajak untuk mampu menjadi teman seperjalanan bagi sesamanya dalam semangat melayani.
  • semangat “Martyria”. Gereja Kampus – para rasul mahasiswa hendaknya berani memberi kesaksian imannya dengan perkataan maupun tindakan serta siap menanggung risiko yang muncul dari imannya itu. Kesaksian iman itu dilakukan dengan berani menyuarakan kebenaran, bersikap kritis terhadap berbagai ketidak-jujuran, ketidak-adilan dan kekerasan yang merendahkan martabat manusia serta merugikan kepentingan umum.

 

organigram

Tim karya kerasulan mahasiswa dalam reksa pastoral bagi gereja kampus yang hidup, yaitu:
1. Tim Karya Liturgi Kerasulan Mahasiswa
2. Tim Karya Pengajaran Kerasulan Mahasiswa
3. Tim Karya Animasi Kerasulan Mahasiswa
4. Tim Karya Litbang