UKKK/PKKMK Santo Stanislaus Kostka Universitas Negeri Semarang

1013055_300747576728365_1153175474_n

UKKK/PKKMK St. Stanislaus Kostka Universitas Negeri Semarang merupakan salah satu bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa yang termasuk dalam UKM Bidang Kerohanian dan Kesejahteraan dan di bawah Pastor Mahasiswa Semarang, sehingga dalam pelaksanaannya selalu berkoordinasi dengan birokrasi yang ada di Universitas Negeri Semarang serta Komisi Kerasulan Mahasiswa Semarang. Organisasi mahasiswa Unnes yang berbasiskan agama katolik ini berdiri pada tahun 1988, berazaskan paguyuban.

Sejarah

Sekurang-kurangnya ada tiga dimensi yang termaktub dalam identitas mahasiswa Katolik, yaitu sebagai orang muda, mahasiswa, dan orangmuda katolik.

Masing-masing dimensi ini mempunyai tuntutan sendiri-sendiri, namun secara bersama-sama ketiganya saling terkait satu sama lain. Faktor pengikatnya adalah mahasiswa Katolik juga sebagai Gereja Katolik, sehingga entah ia berdiri sebagai orang muda atau sebagai mahasiswa dia adalah orang muda Katolik.

Sebagai mahasiswa Katolik mempunyai kewajiban yang sama seperti yang dimiliki oleh orang muda Katolik lainnya, yakni menjadi rasul dan memberi kesaksian tentang cara hidup orang Katolik sendiri.

Oleh Gereja, orang muda tidak dilepaskan dari tanggung jawab untuk ikut aktif dalam tugas kerasulan Gereja.
Konsili Vatikan II dalam Dekrit tentang Kerasulan Awam, menyebut:

“Angkaan muda menularkan pengaruh yang sangat penting dalam masyarakat dewasa ini. Bobot mereka yang meningkat dalam masyarakat menuntut mereka mengikuti kegiatan kerasulan yang sepadan. Mereka harus menjadi rasul angkatan muda yang pertama dan langsung menjalankan kerasulan mereka, untuk mereka sambil memperhatikan lingkungan di mana mereka hidup.”
Apostolicam Actuositatem 12

Lalu bagaimana tentang identitas sebagai mahasiswa Katolik dalam prospektifnya ke masa depan?
Namun pada umumnya mahasiswa Katolik juga calon sarjana.
Akan tetapi timbul pertanyaan, sarjana Katolik macam apa yang ingin diraih? Harapan ini jelas sekali bahwa seorang sarjana Katolik harus bertanggung jawab sesuai dengan iman Katolik. Maka bentuk kegiatan mahasiswa Katolik harus disesuaikan dengan urgensinya. Tentu saja yang paling urgen adalah mempersiapkan diri menjadi seorang sarjana Katolik.

Salah satu alternatif jawabannya adalah adanya wadah sebagai perhimpunan mahasiswa Katolik dalam menjawab kebutuhannya untuk membangun cendekiawan profesioanl yang dilandasi oleh semangat dan iman Katolik.
UNNES sebagai salah satu Perguruan Tinggi, didalamnya juga terdapat mahasiswa yang Katolik. Dalam kehidupan kampusl, mahasiswa Katolik yang merupakan masyarakat minoritas merindukan dapat berkumpul bersama, saling bertukar pengalaman dan informasi serta aktifitas yang beridentitas Katolik.

Bermula dari kebutuhan dan kerinduan untuk berkumpul setelah mengikuti perkuliahan agama yang hanya satu semester, mahasiswa Katolik IKIP Semarang merindukan wadah yang mampu mengobati kehausan akan iman, periode pada tahun 1984. Akan tetapi, saat itu sudah mulai berjalan beberapa kegiatan yang insidental, diantaranya : Legio Maria, Pendalaman Kitab Suci, dan Ziarah ke Sendang Sono.

Baru mulai tahun 1986, dibentuk KMK. Tetapi karena kepengurusannya tidak dari pemilihan secara resmi, maka kegiatannya tidak dapat berjalan dengan lancar.

Maka untuk sementara dibentuk “Panitia Kecil” untuk mengurus Week End, kursus kataketik dan misa kampus. Personilnya diambil dari rumah basis asrama putra dan asrama putri yang ada di Sampangan Baru.

Dari panitia kecil inilah muncul ide-ide agar dibentuk wadah yang benar-benar baik. Pemikiran ini didasarkan oleh panitia kecil yang cukup sukses. Untuk membentuk wadah yang baik serta kepengurusan yang dapat berjalan lancar, maka disepakati untuk mengadakan temu wicara. Dalam acara itu mahasiswa Katolik IKIP Semarang mendapat gambaran tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan KMK. Dalam temu wicara yang dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Desember 1987 di Wisma Driyarkara diundang pula PRMK UNDIP, dan IKMK IKIP Yogyakarta (UNY) dengan dasar pemikiran bahwa PRMK UNDIP lebih maju di Semarang, sedangkan IKMK IKIP Yogyakarta mempunyai kesamaan institut dengan IKIP Semarang sebagai penghasil tenaga kependidikan. Akhir dari temu wicara tersebut berhasil dibentuk suatu wadah yang mampu digunakan menghimpun Mahasiswa Katolik IKIP Semarang dengan nama PRMK yaitu kependekan dari “Pelayanan Rohani Mahasiswa Katolik” dengan santo pelindung SANTO STANISLAUS KOSTKA. Dalam temu wicara ini pula berhasil dibentuk badan pengurus harian (BPH), yang pertama terpilih sebagai ketua umum adalah Anthonius Tri Adi Kusworo dari jurusan Geografi angkatan 1986.

Pada tahun 1988 dengan diaktifkannya unit-unit kegiatan mahasiswa (UKM) termasuk Unit Kegiatan Rohani, maka kita tawarkan untuk masuk didalamnya dengan nama Unit Kegiatan Kerohanian Katolik (UK-4).

Berdasar ketetapan sidang pleno RUA yang dillaksanakan di Kapel St. Paulus Sampangan pada tanggal 10 Oktober 1992, maka nama PRMK diganti dengan sebutan PKKMK yaitu Pelayanan Kerasulan Keluarga Mahasiswa Katolik.

Pada pertengahan semester gasal 2000/2001, terjadi demo masa yang menentang pembangunan gedung serba guna yang rencananya akan menjadi tempat kegiatan mahasiswa Katolik maupun Kristen di UNNES. Peristiwa tersebut kemudian diikuti dengan pengubahan nama UK-4 menjadi UK-3 dengan alasan untuk membedakan Unit Kegiatan Kerohanian Kristen Protestan dengan Katolik, dalam hal pendanaan maupun kerancuan nama. Dengan demikian, pada bulan Januari 2001 UK-4 resmi berubah dengan nama UK-3.

Visi

Membentuk paguyuban pengharapan dengan semangat Injil.

Misi

  • Mengembangkan iman berdasarkan realitas hidup masa kini.
  • Menjadi Pribadi yang tanggap, luwes dan peka dalam semangat kekeluargaan.
  • Membantu mahasiswa katolik untuk berjemaat dalam warta keselamatan.